Tata Motors dan Mahindra berencana bangun pabrik di Indonesia pada 2027-2029 untuk mendukung pesanan 105.000 unit dari PT Agrinas Pangan Nusantara.
JAKARTA – Produsen otomotif asal India, Tata Motors dan Mahindra berencana membangun fasilitas perakitan di Indonesia, usai dapat pesanan jumbo sebesar 105.000 unit dari PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Rencana pembangunan fasilitas perakitan produsen otomotif asal India tersebut dijadwalkan mulai pada 2027. Langkah ini akan berjalan paralel dengan komitmen perusahaan dalam memperluas jaringan dealer serta memperkuat layanan purnajual di berbagai wilayah Indonesia.
Merespons hal tersebut, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, asosiasi belum menerima informasi terkait rencana pembangunan pabrik Mahindra dan Tata Motors. “Kami belum menerima informasi tersebut,” ujar Kukuh kepada Bisnis, dikutip Kamis (26/2/2026). Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Tata Motors telah lama tidak lagi tercatat sebagai anggota Gaikindo.
Hingga saat ini, asosiasi belum menerima informasi resmi terkait rencana kembalinya perusahaan tersebut ke pasar Indonesia. “Terakhir kali aktivitas Tata Motors yang tercatat sekitar 2019, dan setelah itu belum ada laporan atau pembicaraan lebih lanjut mengenai kembalinya mereka ke Indonesia,” pungkasnya.
Adapun, Tata Motors Indonesia didirikan pada Desember 2011 sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Tata Motors. Peluncuran mereknya dilakukan pada September 2012, diikuti oleh peluncuran operasional komersialnya pada September 2013. Jaringan dealer Tata Motors Indonesia saat ini baru ada 9 cabang yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Banyumas, Lampung hingga Balikpapan, berdasarkan informasi dari laman resmi perseroan. Sementara itu, Mahindra pertama kali masuk ke Indonesia pada awal 2000-an melalui kerja sama dengan Indomobil Group.
Saat itu, model seperti Bolero dan Scorpio generasi awal dipasarkan secara terbatas. Setelah lama tak terdengar, Mahindra kembali ke pasar domestik pada 2019 lewat RMA Group sebagai distributor resmi, dengan membawa Scorpio Pik Up untuk menyasar segmen kendaraan niaga dan kebutuhan armada bisnis. Jaringan penjualan Mahindra di Indonesia yang saat ini dinaungi oleh RMA Group juga baru berjumlah 5 cabang. Mengacu laman resminya, dealer Mahindra tersebar di Bandung, Jambi, Samarinda, dan Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota Mahindra dan Tata Motors berminat untuk membangun fasilitas perakitan di Indonesia. Komitmen itu tertera di kontrak pengadaan kendaraan oleh Agrinas Pangan dengan produsen asal India tersebut. “Dalam kontrak, Mahindra berencana membangun pabrik di Indonesia pada 2027 atau 2028, sedangkan Tata akan membuka pabrik pada 2029.
Jadi dalam kurun waktu hingga 3 tahun ke depan, akan dibangun perakitan complete knockdown atau semi-knockdown, termasuk suku cadang dan komponen di Indonesia,” ujar Joao dikutip Kamis (26/2/2026). Terkait pengadaan kendaraan untuk Kopdes Merah Putih, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 uniit.
Sumber : https://otomotif.bisnis.com/read/20260226/275/1956064/respons-gaikindo-soal-tata-motors-mahindra-mau-bangun-pabrik-di-ri
Ringkasan Berita
- Tata Motors dan Mahindra berencana membangun fasilitas perakitan di Indonesia mulai 2027 untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih dengan pesanan 105.000 unit kendaraan.
- Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan bahwa asosiasi belum menerima informasi resmi terkait rencana pembangunan pabrik oleh kedua produsen otomotif asal India tersebut.
_ Mahindra dan Tata Motors berencana membangun pabrik perakitan complete knockdown atau semi-knockdown di Indonesia, dengan Mahindra memulai pada 2027-2028 dan Tata Motors pada 2029. *
Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI